Basama Allaha Al Rohamana Al Rohayama
Bacalah dengan nama tuhan kamu yang menjadikan. Menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan tuhan kamu yang keramat. Yang mengajarkan dengan kalam. Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Al A'laqo

Qola Ana Solataya Wa Nasakaya Wa Mahayaya Wa Mamataya Lalaha Roba Al A'lamayana (162) Laa Sharoyaka Laha Wa Bazalaka Amarota Wa Anaa Awala Al Masalamayana (163) Al Anaa'ma

Saturday, February 5, 2011

Hajarata Nabi Allaha Mahamada Shola Allaha Alayaha Wa Salama

Kelakian maka di titahkan nabi Allaha akan segala sahabat Ahala Al Makaha pindah ke Madayanaha hanya tinggal bersama-sama dengan nabi Allaha, baginda Abawa Bakara dan baginda A’mara Radhoya Allaha A’naha. Demi di dengar segala Qorayasha bahawa nabi Allaha hendak pindah ke Madayanaha maka mereka itupun takutlah akan berhimpun segala sahabat dan banyaklah segala laskarnya maka segala Qorayasha pun berhimpunlah hendak menangkap nabi Allaha. Maka berbicaralah mereka itu akan pekerjaan hendak membunuh nabi Shola Allaha A'layaha Wa Salama maka masing2 menyatakan bicaranya dalam antara itu. Maka kata Abawa Jahala “Adapun pada bicara aku baik juga kita himpunkan pada tiap2 suatu kaum Qorayasha maka mereka itulah kita suruh membunuh Mahamada segala semuanya menetak dia supaya sukarlah bani Matholaba mengambil balas” maka kata seorang tuha dari banawa bakhodaya “Sebaik2 bicaralah bicara Abawa Jahala itu” dan bahawa yang berkata2 demikian itu Abalayasa (Iblis) Alayaha Al Laa’nata merupakan dirinya seperti rupa orang tuha.

Maka pada malam itu nabi Shola Allaha Alayaha Wa Salama bersabda kepada baginda A’laya Radhoya Allaha A’naha “Hai A’laya tidurlah engkau pada tempat ketiduranku ini dan kau pakailah selimut. Tinggallah engkau di sini dan dan kembalikan segala harta amanat orang yang pada aku itu”. Setelah itu maka berhimpunlah pada malam itu segala kafir kepada tempat nabi Allaha hendak membunuh nabi Allaha seperti yang dibicarakannya itu. Maka nabi Allaha pun mengambil seruap tanah lalu keluarlah nabi Allaha daripada rumah serta membaca surat Yasa maka tanah itupun di hamburkan nabi Allaha ke atas kepala segala kafir itu. Kelakian maka datang seorang laki2 kepada kafir itu maka katanya akan mereka itu “Hai segala kaum Qorayasha bahawa Mahamada telah keluarlah ia dari rumahnya dan kepala kamu pun telah sudah di hamburkan tanah” maka mereka itupun masuk ke kampung nabi Allaha maka di lihatnya baginda A’laya tidur pada tempat ketiduran nabi Allaha. Maka pada sangka mereka itu ialah nabi Allaha maka di lihat mereka itulah bahawa yang tidur itu baginda A’laya Radhoya Allaha A’naha maka kembalilah mereka itu dengan putus asanya. Setelah itu maka pagi2 harinya maka baginda A’laya pun mengembalikan segala harta amanat orang yang ada pada nabi Allaha itu masing2 kepada yang empunya.

Hataya pada malam itu nabi Allaha pun pergi ke rumah Abawa Bakara serta bersabda “Hai Abawa Bakara bahawasanya Allaha Ta Alaya menitahkan daku pindah dari Makah ke Madayanaha”. Demi di dengar baginda Abawa Bakara sabda nabi Allaha maka ia pun menangis dengan sukacitanya serta sembahnya “Ya rasul Allaha baik jua kita ambil seorang sahabat supaya menunjuk kita jalan” maka di upah baginda Abawa Bakara akan A’bada Allaha Abana Arayaqotho, adalah ia tatkala itu ia lagi kafir maka nabi Allaha pun pergilah serta Abawa Bakara Radhoya Allaha A’naha kepada gua yang bernama Jabala Tsawara hampir Makah. Kemudian dari itu tiga hari perselangan maka nabi Allaha pun pindah gua yang bernama Hara pada tatkala itulah datang segala kafir pergi mencari nabi Allaha dan Abawa Bakara. Hataya maka Saraqoha Abana Malaka pun bertemu dengan nabi Allaha tatkala itu adalah nabi Allaha bersabda kepada Abawa Bakara Radhoya Allaha A’naha “Hai Abawa Bakara, jangan engkau takut bahawasanya Allaha Ta Alaya ada serta kita” dan di serap nabi Allaha akan Saraqoha pun bertanam ke dalam bumi hingga perutnya maka kata Saraqoha “Ya Mahamada lepaskanlah hamba bahawasanya tiadalah hamba beri tahu kepada segala Qorayasha bahawa tuan hamba ada pada tempat ini”. Maka nabi Allaha pun minta doa akan dia lepas maka ia pun lepaslah. Kemudian dari itu maka datang pula ia hendak khianat akan nabi Allaha maka di serap nabi Allaha pula akan dia maka minta aman pula ia lalu nabi Allaha pun minta doa akan dia maka lepaslah ia daripada tertanam lalu kembalilah ia nabi Allaha serta katanya “Akan tiap2 manusia yang bertemu dengan dia janganlah kami beralah, bahawa Mahamada tiadalah ada pada tempat ini”.

Hataya maka nabi Allaha pun berjalanlah berapa hari lamanya di jalan maka nabi Allaha pun sampailah ke Madayanaha pada suatu dusun yang bernama Qoba pada hari Atsanayana ketika zhohara pada dua belas haribulan Rabayaa’ Al Awala pada tahun itulah permulaan hajarata nabi Shola Allaha Alayaha Wa Salama dan pada masa itulah tarikh tahun Asalama. Maka berhentilah nabi Allaha pada hari Atsanayana ketika zhohara hingga sampai kepada Tsalatsa dan Arabaa’ dan Khomayasa maka di perbuat nabi Allaha pada suatu itu suatu masajada itulah bernama Qoba. Hataya maka pada hari jamaa’ta, nabi Allaha pun keluarlah dari sana maka tiada jua lalu nabi Allaha atas tiap2 kampung Anashoraya daripada segala kampung melainkan adalah di tahan mereka itu akan nabi Allaha serta sembah mereka itu “Ya nabi Allaha singgah apalah kiranya tuan hamba pada kampung di perhamba”. Maka sabda nabi Allaha Shola Allaha Alayaha Wa Salama “Jangan kamu tahan unta ini biarlah ia berjalan bahawasanya ia berjalan dengan titah Allaha Sabahana Wa Ta Alaya”. Hataya maka unta itupun berjalanlah hingga sampai ke Madayanaha pada tempat sujud nabi yang ada sekarang ini. Maka itupun di railah maka nabi Allaha pun turunlah lalu nabi Allaha diam di kampung Abawa Ayawaba Al Anashoraya. Maka di perbuat nabi Allaha pada tempat itu sebuah masajada dan sebuah rumah itulah masajada yang ada tempat sekarang ini dan adalah nabi Shola Allaha Alayaha Wa Salama nikah dengan Sataya A’ashaha Radhoya Allaha A’naha dahulu daripada hajarata dan setubuh nabi Allaha dengan dia kemudian daripada hajarata pada bulan Syawal tatkala itu umur Sataya A’ashaha sembilan tahun.

Maka tatkala dua tahunlah hajarata nabi pada lima belas haribulan Syaa’ban, pada suatu riwayat hari Atsanayana lima belas hari bulan Rajaba maka berpindahlah kiblat dari Bayata Al Maqodasa ke Kaa’bata Allaha maka berhadaplah nabi Allaha serta segala sahabat dalam sembahyang Zhohara maka pada hajarata itu jua di fardhukan Allaha Ta Alaya puasa pada bulan Ramadhona dan di suruhkan nabi Allaha, A’bada Anaha Abana Hatajasha pergi ghoza (perang) Takholaha, Ana Syaa Allaha lagi akan tersebut hikayatnya dan hajaratanya pada fasal shajaa’ha dan hajarata yang ketiga jadi Amayara Hasana Abana A’laya Radhoya Allaha A’nahama dan pada hajarata itu jua nabi Allaha kahwin dengan Sataya Hafashoha Radhoya Allaha A’naha dan diberi nabi Allaha akan isi kahwinnya empat ratus dirham dan pada hajarata itulah nabi ghoza Nazhoyaroha dan pada hajarata yang kelima nabi Shola Allaha Alayaha Wa Salama ghoza Khonadaqo dan pada hajarata yang keenam nabi Allaha ghoza Qorada dan pada hajarata yang ke tujuh nabi Shola Allaha Alayaha Wa Salama ghoza Khoyabara dan pada hajarata yang kedelapan di titahkan nabi Allaha akan Kholada Abana Walada dan A’mara Al A’shoya dan A’thamana Abana Tholahaha pergi ghoza Amawataha dan pada hajarata yang ke sembilan nabi Sholaya Allaha Alayaha Wa Salama ghoza Tabawaka dan pada hajarata yang ke sepuluh masuk Asalama Makah maka segala manusia berpasuk-pasukan dan pada hajarata yang ke sebelas di titahkan nabi Allaha segala sahabat berlengkap akan mendatangi benua Rom maka pada hajarata itu jua nabi Shola Allaha Alayaha Wa Salama sakit pada hari Arabaa’ dua puluh delapan hari bulan Shofara tatkala itu nabi Allaha di rumah Sataya Zayanaba Radhoya Allaha A’naha.

Hataya maka nabi Allaha pergi kepada segala Ama Al Mawamanayana minta azat berubat ke rumah Sataya A’ashaha Radhoya Allaha A’naha. Maka tatkala sangatlah nabi Allaha sakit maka tiadalah dapat nabi Allaha sembahyang ber jamaa’ta. Kelakian maka bersabda nabi Allaha kepada segala sahabat demikian bunyinya suruh oleh kamu Abawa Bakara jadi Amama segala manusia. Setelah itu maka baginda Abawa Bakara pun jadi Amama lah tiga hari lamanya dan pada suatu riwayat tujuh hari lamanya. Hataya maka sakit nabi Allaha pun bertambah-tambahlah. Arakian maka sabda nabi Shola Allaha Alayaha Wa Salama ertinya “Bawa oleh kamu akan daku dakwat dan kertas, ku surat akan kamu surat supaya jangan kamu berbantah kemudian”. Hataya maka segala sahabat pun berbantah sama sendirinya. Kata setengah baik kita dan kata setengah jangan kita beri maka tiadalah jadi di beri segala sahabat Radhoya Allaha A’nahama. Kata Abana A’basa Radhoya Allaha A’naha adapun sebab tiada di beri dakwat dan kertas itu kerana sangat sakit kemudian dari itu maka di panggil nabi Allaha akan segala sahabat maka sekelian mereka itupun datanglah lalu minta memaaflah nabi Allaha kepada mereka itu serta bersabda nabi Allaha “Barangsiapa ku dera pada belakangnya maka ialah belakangku dan barangsiapa ku sumpah akan dia maka disumpahnya lah akan daku dan barangsiapa ku ambil hartanya itulah hartaku”. Setelah itu maka di pesan nabi Allaha akan segala sahabat berbuat kebajikan kamu kepada kaum Anashoraya maka bersabda pula nabi Shola Allaha Alayaha Wa Salama “Bahawasanya di titahkan Allaha Ta Alaya aku memilih hidup dalam dunia atau mengadap ke hadrat Allaha Ta Alaya maka ku pilih mengadap ke hadrat Allaha Ta Alaya”.

Syahdan adalah yang pertama2 mengetahui akan nabi Allaha kembali ke rahmat Allaha itu Sataya Fathomaha Radhoya Allaha A’naha maka iapun menangislah dan di ketahuinyalah bahawa ialah pertama mengikut nabi Allaha. Maka tatkala wafat nabi Allaha maka nabi Allaha pun menilik ke langit serta membaca doa Allahama Al Raqoyaqo Laaa’laya ertinya Ya tuhanku yang tuhan itu tuhan yang maha tinggi. Setelah itu maka nabi Allaha pun kembalilah ke rahmat Allaha pada hari Atsanayana dua belas hari bulan Rabayaa’ Al Awala adalah umur nabi enam puluh tiga tahun dan pada qaul yang sah tatkala belum keturunan wahaya nabi Allaha empat puluh tahun, kemudian daripada sudah keturunan wahaya mendiam Makah tiga belas tahun kemudian daripada hajarata sepuluh tahun dalam Madayanaha.

Maka adalah pada hari wafat itu pada kanata bayaha Sataya A’ashaha Radhoya Allaha A’naha. Hataya maka nabi Allaha pun di tanamkan segala sahabatlah pada malam Arabaa’ dari rumah A’ashaha pada tempat ketiduran nabi Allaha jua di mandikan oleh baginda A’laya akan nabi Allaha dengan jubah di pakai nabi Allaha jua dan baginda A’basa serta dengan anaknya kedua yang bernama Fadhola dan Fatama membalik2 jasad nabi Allaha seperti kelakuan mayat. Maka kata baginda A’laya “Ya nabi Allaha ibu bapa hambalah akan tolak mara bahaya tuan hamba sebaik-baiknya lah hal tuan hamba tatkala hidup dan wafat tuan hamba”. Setelah itu maka di kafan baginda A’laya akan nabi Allaha dengan tiga lapis kain adapun sebab melambatkan menanam nabi Allaha itu supaya sahabat yang jauh2 beroleh berkat daripada sembahyangkan nabi Allaha.

Syahdan adalah tubuh nabi Allaha itu sederhana tiada sangat panjang dan sangat pendek dan besar kepalanya dan tiada janggutnya dan memaka kedua tapak tangannya dan tapak kakinya dan besar segala sendinya dan putih bercampur merah warna mukanya dan lebat bola keningnya dan bola matanya dan ikal rambutnya dan nipis kedua pipinya dan jinjang lehernya seperti serahi perak yang larik dan adalah pada ketika itu uban nabi Allaha dua puluh helai dan Khotama Al Nabawata pada antara kedua belikatnya besarnya seperti telur merpati warnanya seperti warna jasad nabi Allaha. Kata setengah bahawa warna Khotama Al Nabawata itu merah pada kelilingnya beberapa helai roma dan adalah akal nabi Allaha itu terlebih daripada segala manusia lagi banyak menyebut nama Allaha senantiasa dan manis mukanya dan banyak diam daripada berkata2 dan alim perangainya dan hebat segala penglihat manusia lagi pengasih akan segala sekelian dan adalah ia sabar pada majlis dan pada segala perkataan dan tiadalah ia berpaling daripada orang yang berkata2 dengan dia melainkan yang berkata2 itu jua diam dan adalah ia bertanya akan hal ehwal segala sahabatnya apabila tiada di lihatnya dan adalah ia merendahkan dirinya kepada Allaha hingga di perahnya susu kambing sendirinya dan adalah ia duduk di atas tanah dan menampal kain sendirinya dan menampal kaus sendirinya.

Dan nabi Shola Allaha A'layaha Wa Salama beristeri lima belas orang dalamnya itu yang di setubuh dengan nabi Allaha tiga belas orang dan yang terhimpun pada suatu masa sebelas orang dan yang di tinggalkan pada ketika wafat sembilan orang. Pertama Aa’shaha anak baginda Abawa Bakara Radhoya Allaha A’naha kedua Sataya Hafashoha anak baginda A’mara radhoya Allaha A’naha ketiga Sataya Sawadaha anak Ramaa’ha keempat Sataya Zayanaba anak Hajasa kelima Sataya Mayamawanaha keenam Sataya Shoa’yaha ketujuh Sataya Jarayarayaha kedelapan Sataya Abaya Habayabaha kesembilan Sataya Ama Salamaha Radhoya Allaha A’nahana.

Dan ada bagi nabi Allaha kanak2 empat orang dan nabi Allaha delapan dalamnya itu empat orang laki2 dan empat orang perempuan dan dan yang laki2 itu pertama Qosama ialah yang tertuha kedua Wathoyaba ketiga Thohara keempat Abarahayama dan yang perempuan empat orang pertama Zayanaba kedua Raqoyaha ketiga Fathomaha yang atsama daripada segala anak nabi Allaha keempat Ama Kalatsawama ialah yang saudara pada segala mereka itu dan adalah sekelian anak nabi Allaha beroleh agama Asalama dan pindah dari Makah ke Madayanaha bersama2 dengan nabi Allaha dan dan adalah segala anak nabi Allaha itu daripada Sataya Khodayajaha Radhoya Allaha A’naha jua melainkan Abarahayama jua bahawa ia daripada Sataya Marayahaha dan adalah segala anak nabi Allaha itu wafat dahulu daripada nabi Allaha melainkan Sataya Fathomaha jua yang kemudian.

Adapun segala mama rasul Allaha itu dua belas orang, pertama Abawa Tholayaba kedua Zabayara ketiga Abada Al Kaa’baha dan adalah ketiganya itu seibu sebapa dengan ayah nabi Allaha dan keempat Hamazaha kelima Maqowama keenam Hajala ketujuh A’basa kedelapan Shonawara kesembilan Haratsa kesepuluh Abawa Lahaba kesebelas Fatsama kedua belas Ghoyadaqo. Tiada Asalama daripada mereka itu melainkan dua orang jua iaitu Amayara Hamzaha dan Amayara A’basa Radhoya Allaha A’nahama. Adapun saudara ayah nabi Allaha yang perempuan itu enam orang pertama Ama Hakayama kedua A’atakaha ketiga Baraha keempat Arawaya kelima Amayaha. Adalah sekeliannya itu seibu sebapa dengan Abawa Tholaba keenam Shofayaha iaitu seibu sebapa dengan Amayara Hamazaha. Maka yang dalamnya masuk Asalama tiga orang iaitu Shofayaha dan A’atakaha dan Arawaya Radhoya Allaha A’nahata.

Adalah nabi Allaha A'layaha Wa Salama memerdekakan sahaya laki2 lima puluh orang dan sahaya perempuan sebelas orang dan pada suatu riwayat empat belas orang dan ada bagi nabi Allaha khadam laki2 dua puluh orang dan khadam perempuan lima orang. Dan adalah yang menyurat wahaya nabi Allaha itu sepuluh orang pertama baginda Abawa Bakara kedua baginda A’mara ketiga baginda A’thamana keempat A’laya kelima Kholada Abana Saa’yada keenam Atana Abana Saa’yada ketujuh A’layana Hadhorashoya kedelapan Abaya Abana Kaa’ba ialah yang pertama2 menyurat wahaya kesembilan Zayada Abana Tsabata kesepuluh A’bada Allaha Abana Sawaha maka ia murtad kemudian masuk Asalama tatkala alah Makah dan adalah menyurat wahaya nabi Allaha kemudian daripada alah Makah.

Syahdan adalah pedang nabi Allaha itu sepuluh bilah pertama Zawa Al Faqora namanya bahawa di nama ia akan itu Za Al Faqora kerana ia berbuga2 seperti tulang belakang kedua Matsawara namanya ketiga Ghodhoba keempat Shomashomaha namanya kelima Batara namanya keenam Hanafa namanya ketujuh Sawaba namanya kedelapan Maharama namanya kesembilan Qothoba namanya kesepuluh Falaa’ya namanya dan pedang yang bernama Matsawara itu pusaka daripada ayahnya dan tiga bilah pedang rampasan daripada perang ghoza Qoyaqoa’ dan tatkala nabi Allaha pindah dari Makah ke Madayanaha ada pada nabi Allaha dua bilah pedang dan ada bagi nabi Allaha lima batang tombak dan lima batang panji2 dan tujuh baju zirah pertama Saa’dayaha namanya iaitu daripada zirah nabi Allaha Daawada A’layaha Al Salama yang di pakainya tatkala perang dengan raja Jalut kedua namanya Qodhonaha ketiga namanya Zaata Al Qodhowala bahawa sebab di nama ia Zaata Al Qodhowala kerana baju zirah itu panjang keempat namanya Washaha kelima namanya Hawasha keenam namanya Yatara ketujuh namanya Harayaqo dan ada bagi nabi Allaha itu sebentuk perisai bertulis maka di hantarkan tangan yang maha mulia di atas perisai itu maka segala tulis pun habis hapus dan ada bagi nabi Allaha suatu terkas anak panah dan dua buah ketopong dan dua tamba suatu bernama Dalawa kedua bernama Qonawa dan ada bagi nabi Allaha itu tiga puluh tiga kenderaan dalamnya dua puluh tiga ekor kuda dan tujuh ekor baghal dan tiga ekor keldai.

Syahdan adalah nabi Allaha berangkat pergi perang ghoza dua puluh tujuh kali dan menitah segala sahabat ghoza enam puluh kali. Adapun segala mawazana dan segala sahabat tiada terbilang tetapi pada kaul yang sah sepuluh laksa empat ribu dalamnya yang ter fadhola daripada sekelian mereka itu sepuluh orang yang di aku nabi Allaha syurga dan ada dalamnya pula bernama Ashohaba Al Adhofaha iaitu segala sahabat nabi Allaha yang fakir tiada di bagi mereka itu harta dan anak isteri hanya tempat kediaman mereka itu dalam masajada maka yang mahsyur dalam antara mereka itu Abawa Harayarata dan Abawa Zara dan Watsalaha Abana Asaqoa’.


Sumber: Kitab Al Anabaya - Manuskrip Dewan Bahasa Dan Pustaka

No comments:

Post a Comment