Basama Allaha Al Rohamana Al Rohayama
Bacalah dengan nama tuhan kamu yang menjadikan. Menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan tuhan kamu yang keramat. Yang mengajarkan dengan kalam. Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Al A'laqo

Qola Ana Solataya Wa Nasakaya Wa Mahayaya Wa Mamataya Lalaha Roba Al A'lamayana (162) Laa Sharoyaka Laha Wa Bazalaka Amarota Wa Anaa Awala Al Masalamayana (163) Al Anaa'ma

Thursday, March 3, 2011

Sejarah Mesir

Fasal yang keempat pada menyatakan ehwal segala raja2 yang kerajaan di benua Mashoyara (Mesir). Kata ahli tarikh bahwa pertama2 kerajaan di benua Mesir kemudian daripada taufan nabi Allaha Nawaha Alayaha Al Salama itu, Yanashora anak Hama (Ham) anak nabi Allaha Nawaha Alayaha Al Salama. Kemudian dari itu kerajaan anaknya yang bernama Mashoyara (Mesir) sebab nama itulah di namai benua Mesir. Kemudian dari itu maka kerajaan anaknya yang bernama Qofatho kemudian dari itu maka kerajaan saudaranya yang bernama Abarayata. Ialah yang berbuat negeri yang bernama A’yana (Mata) Shamasa (Matahari). Kemudian dari itu maka kerajaan pula saudaranya yang bernama Shoyama Nadarasa kemudian dari itu maka kerajaan anaknya yang bernama Malayaqo. Kemudian dari itu maka kerajaan anaknya yang bernama Haraya. Kemudian dari itu maka kerajaan anaknya yang bernama Kamalaya. Ialah berbuat Qosasa dan berbuat kaca. Kemudian dari itu maka kerajaan Hawaya anak Malayaqo. Kemudian dari itu maka kerajaan Thowalayasa pada masa nabi Allaha Abarahayama Alayaha Al Salama. Kemudian dari itu maka kerajaan pula saudaranya yang bernama Khowarabaqo. Kemudian dari itu maka kerajaan pula Puteri Zalafa anak Manawana. Maka tatkala sampailah khabarnya kepada raja Amalek di benua Sham maka di datanginya akan dia lalu di alahkannya. Kemudian dari itu maka diambil Walayada anak Dawamagho Al Amalaqoya daripada Amalek kerajaan benua Mesir itu.

Kata setengah ahli tarikh Walayada lah yang pertama bergelar Firaun dalam benua Mesir. Maka jadilah tiap2 raja dalam Mesir kemudian daripadanya bergelar firaun dan menyembah lembu. Maka tatkala matilah Walayada maka anaknyalah kerajaan bergelar sultan Rayana iaitu raja pada masa Nabi Allaha Yawasafa Alayaha Al Salama. Kemudian dari itu kerajaan anaknya Darama kemudian dari itu maka kerajaan pula seorang raja bernama Qosama anak Maghodana Al Amalaqoya. Maka hendak di runtuhnya akan suatu tempat yang bernama Haramayana iaitu dua buah rumah di perbuat nabi Allaha Adarayasa Alayaha Al Salama akan tempat segala kitab Thosa dan Thosama iaitu gemala al hikmat kerana takut ia akan taufan maka berdatang sembah segala hakim “Ya tuanku Shah Alam jikalau takhsil benua Mesir ini sekalipun dibiayakan tiada akan dapat memusnahkan Haramayana kerana ada dalamnya kubur Nabi Allaha Tsayasha Alayaha Al Salama”.

Thosa. ini adalah ayat-ayat Al Qur’an, dan Kitab yang menjelaskan, (1) untuk menjadi petunjuk dan berita gembira untuk orang-orang yang beriman, (2) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. (3) Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat, Kami jadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka, maka mereka bergelimang. (4) Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang buruk dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi. (5) Dan sesungguhnya kamu benar-benar diberi Al Qur’an dari sisi Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (6) ketika Musa berkata kepada keluarganya: "Sesungguhnya aku melihat api. Aku kelak akan membawa kepadamu kabar daripadanya, atau aku membawa kepadamu suluh api supaya kamu dapat berdiang". (7) Maka tatkala dia tiba di api itu, diserulah dia: "Bahwa telah diberkati orang-orang yang berada di dekat api itu, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan Maha Suci Allaha, Tuhan semesta Alam". (8) Al Namala

Thosama (1) Ini adalah ayat-ayat Kitab yang nyata. (2) Kami membacakan kepadamu sebagian dari kisah Musa dan Fir’aun dengan benar untuk orang-orang yang beriman. (3) Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. (4) Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi, (5) dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir’aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu. (6) Al Qoshosho

Thosama (1) Inilah ayat-ayat Al Qur’an yang menerangkan. (2) Boleh jadi kamu akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman. (3) Jika Kami kehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka mu’jizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya. (4) Dan sekali-kali tidak datang kepada mereka suatu peringatan baru dari Tuhan Yang Maha Pemurah, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya. (5) Al Shaa'ra


Demi di dengar sultan Walayada sembah segala hakim demikian maka iapun tiadalah jadi meruntuhkan Haramayana itu. Kemudian dari itu maka kerajaan pula serorang raja bernama sultan Walayada anak Mashoa’yaba . Ialah firaun pada masa nabi Allaha Mawasaya Alayaha Al Salama dan pada suatu riwayat iaitu daipada bangsa Amalek. Kata setengah daripada bangsa Qibti ialah mendakwa dirinya tuhan dan wazirnyalah bernama Hamana (Haman). Bahawa adalah firaun itu dalam kerajaan delapan puluh tahun.

Kemudian dari itu maka kerajaan Puteri Walakaha iaitu daripada raja anak cucu segala raja raja Qibti dan padanyalah kesudahan alam sihir dan adalah amat lanjut umurnya. Kemudian dari itu maka kerajaan seorang kanak2 bernama Darakawana anak Matholawasa kemudian dari itu maka kerajaan sultan Nawasa kemudian dari itu maka kerajaan sultan Naqosa. Kemudian dari itu maka kerajaan sultan Mawayaba. Kemudian dari itu maka kerajaan sultan Asamarasa. Kemudian dari itu maka kerajaan sultan Batholawasa anak Mayaka Kayala. Kemudian dari itu kerajaan sultan Bawalaha. Kemudian dari itu maka tiadalah qorar segala raja melainkan firaun Al Ajaraja yang di salakan Bakhota Nashora (Bahtazar). Adalah binasa negeri Mesir kemudian daripadanya empat puluh tahun. Kemudian dari itu adalah dalam negeri itu dijadikan Bahtazar panglima.

Setelah itu maka di jadikan segala raja2 Parsi panglimanya dalam negeri Mesir dan adalah daripada panglima mereka itu Kasara Khowasa. Kemudian dari itu maka jadi panglima Thoharasata Al Thowayala dan masanyalah ada Baqoratho Al Hakim. Kemudian dari itu maka adalah berturut panglima daripada raja Parsi hingga datang kepada Sultan Iskandar. Kemudian dari itu maka panglima pada raja Yunani. Kemudian dari itu maka panglima daripada segala raja2 benua Rom hingga datang kepada agama Asalama.

Sumber: Kitab Al Anabaya (Manuskrip Dewan Bahasa Dan Pustaka)

No comments:

Post a Comment