Basama Allaha Al Rohamana Al Rohayama
Bacalah dengan nama tuhan kamu yang menjadikan. Menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan tuhan kamu yang keramat. Yang mengajarkan dengan kalam. Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Al A'laqo

Qola Ana Solataya Wa Nasakaya Wa Mahayaya Wa Mamataya Lalaha Roba Al A'lamayana (162) Laa Sharoyaka Laha Wa Bazalaka Amarota Wa Anaa Awala Al Masalamayana (163) Al Anaa'ma

Monday, September 20, 2010

Bani Asara Yala - Bangsa Pilihan Tuhan

Hai Bani Asara Yala ingatlah akan ni’mat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut. (40) Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan yang membenarkan apa yang ada padamu dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa. (41) Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui. (42) Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’. (43) Mengapa kamu suruh orang lain kebaikan, sedang kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab? Maka tidakkah kamu berpikir? (44) Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (45) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (46)
Hai Bani Asara Yala, ingatlah akan ni’mat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat. (47) Dan jagalah dirimu dari hari seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan tidak diterima syafa’at dan tebusan daripadanya, dan tidaklah mereka ditolong. (48) Dan ketika Kami selamatkan kamu dari Fir’aun dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu. (49) Dan, ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan. (50) Dan, ketika Kami berjanji kepada Musa empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang zalim. (51) Kemudian sesudah itu Kami ma’afkan kesalahanmu, agar kamu bersyukur. (52) Dan, ketika Kami berikan kepada Musa Al Kitab dan keterangan yang membedakan antara yang benar dan yang salah, agar kamu mendapat petunjuk. (53) Dan, ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu, maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allaha akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (54) Dan, ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allaha dengan terang", karena itu kamu disambar halilintar, sedang kamu menyaksikannya. (55) Setelah itu Kami bangkitkan kamu sesudah kamu mati, supaya kamu bersyukur. (56) Dan Kami naungi kamu dengan awan, dan Kami turunkan kepadamu "manna" dan "salwa". Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu. Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (57) Dan, ketika Kami berfirman: "Masuklah kamu ke negeri ini, dan makanlah dari hasil buminya, yang banyak lagi enak di mana yang kamu sukai, dan masukilah pintu gerbangnya sambil bersujud, dan katakanlah: "Bebaskanlah kami dari dosa", niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahanmu. Dan kelak Kami akan menambah kepada orang-orang yang berbuat baik". (58) Lalu orang-orang yang zalim mengganti perintah dengan yang tidak diperintahkan kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka berbuat fasik. (59)
Dan ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya 12 mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya. Makan dan minumlah rezki Allaha, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan. (60) Dan ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allaha. Hal itu karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allaha dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas. (61)
Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allaha, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak mereka bersedih hati. (62) Dan ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkatkan gunung di atasmu: "Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa". (63) Kemudian kamu berpaling setelah itu, maka kalau tidak ada karunia Allaha dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi. (64) Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar di antaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina". (65) Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang di masa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa (66) Dan ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Sesungguhnya Allaha menyuruh kamu menyembelih seekor sapi betina". Mereka berkata: "Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?" Musa menjawab: "Aku berlindung kepada Allaha agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil". (67) Mereka menjawab: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami, sapi betina apakah itu." Musa menjawab: "Sesungguhnya Allaha berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu". (68) Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya". Musa menjawab: "Sesungguhnya Allaha berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya." (69) Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Allaha akan mendapat petunjuk." (70) Musa berkata: "Sesungguhnya Allaha berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya." Mereka berkata: "Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya". Kemudian mereka menyembelihnya dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu. (71) Dan ketika kamu membunuh seorang manusia lalu kamu saling tuduh menuduh tentang itu. Dan Allaha hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan. (72) Lalu Kami berfirman: "Pukullah mayat itu dengan sebahagian!" Demikianlah Allaha menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti. (73)
Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allaha. Dan Allaha sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (74) Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allaha, lalu mereka merobahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui? (75) Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata: "Kamipun telah beriman," tetapi apabila mereka berada sesama mereka saja, lalu mereka berkata: "Apakah kamu menceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allaha kepadamu, supaya dengan demikian mereka dapat mengalahkan hujjahmu di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu mengerti?" (76) Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allaha mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? (77)
Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga. (78) Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: "Ini dari Allaha", untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan. (79) Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja." Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allaha sehingga Allaha tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allaha apa yang tidak kamu ketahui?". (80) yang benar, barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (81) Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. (82)
Dan ketika Kami mengambil janji dari Bani Asara Yala: Janganlah kamu menyembah selain Allaha, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. (83) Dan ketika Kami mengambil janji dari kamu: kamu tidak akan menumpahkan darahmu dan kamu tidak akan mengusir dirimu dari kampung halamanmu, kemudian kamu berikrar sedang kamu mempersaksikannya. (84) Kemudian kamu membunuh dirimu dan mengusir segolongan daripada kamu dari kampung halamannya, kamu bantu membantu terhadap mereka dengan membuat dosa dan permusuhan; tetapi jika mereka datang kepadamu sebagai tawanan, kamu tebus mereka, padahal mengusir mereka itu terlarang bagimu. Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allaha tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. (85) Itulah orang-orang yang membeli kehidupan dunia dengan akhirat, maka tidak akan diringankan siksa mereka dan mereka tidak akan ditolong. (86)
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran kepada ’Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruh Al-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang kamu dustakan dan beberapa orang kamu bunuh? (87) Dan mereka berkata: "Hati kami tertutup". Tetapi sebenarnya Allaha telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman. (88) Dan setelah datang kepada mereka Al Qur’an dari Allaha yang membenarkan apa yang ada pada mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka la’nat Allaha-lah atas orang-orang yang ingkar itu. (89) Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Asara Yala sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang di jalan Allaha". Nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang." Mereka menjawab: "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allaha, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?". Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa orang saja di antara mereka. Dan Allaha Maha Mengetahui orang-orang yang zalim. (246) Al Baqarata

Dan Allaha akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmat, Taurat dan Injil. (48) Dan Rasul kepada Bani Asara Yala: "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allaha; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allaha; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman." (49) Dan membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda dari Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allaha dan ta’atlah kepadaku. (50) Sesungguhnya Allaha, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus". (51) Al Amarana

Dan sesungguhnya Allaha telah mengambil perjanjian Bani Asara Yala dan telah Kami angkat di antara mereka 12 orang pemimpin dan Allaha berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allaha pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menghapus dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus". (12) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan dari tempat-tempatnya, dan mereka melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka, maka ma’afkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allaha menyukai orang-orang yang berbuat baik. (13) Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Asara Yala, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini oleh hawa nafsu mereka, sebagian dari rasul-rasul itu mereka dustakan dan sebagian yang lain mereka bunuh. (70) Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun, maka mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allaha menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli. Dan Allaha Maha Melihat apa yang mereka kerjakan. (71) Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allaha adalah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih berkata: "Hai Bani Asara Yala, sembahlah Allaha Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allaha, maka pasti Allaha mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (72) Al Maadata

Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik untuk Bani Asara Yala disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka. (137) Dan Kami seberangkan Bani Asara Yala ke seberang lautan itu, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang tetap menyembah berhala mereka, Bani Asara Yala berkata: "Hai Musa, buatlah untuk kami sebuah tuhan sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan". Musa menjawab: "Sesungguhnya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui". (138) Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang selalu mereka kerjakan. (139) Musa menjawab: "Patutkah aku mencari Tuhan untuk kamu yang selain daripada Allaha, padahal Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala umat. (140) Dan ketika Kami menyelamatkan kamu dari kaumnya, yang mengazab kamu dengan azab yang sangat jahat, yaitu mereka membunuh anak-anak lelakimu dan membiarkan hidup wanita-wanitamu. Dan pada yang demikian itu cobaan yang besar dari Tuhanmu". (141) Al Arafa

Dan Kami berikan kepada Musa kitab dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Asara Yala: "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku, (2) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh. Sesungguhnya dia adalah hamba yang banyak bersyukur. (3) Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Asara Yala dalam kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar." (4) Maka apabila datang saat hukuman bagi pertama dari kedua itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. (5) dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Asara Yala: "Diamlah di negeri ini, maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur baur". (104) Dan Kami turunkan Al Qur’an itu dengan sebenar-benarnya dan Al Qur’an itu telah turun dengan kebenaran. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. (105) Dan Al Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian. (106) Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman. Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, (107) dan mereka berkata: "Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi". (108) Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’. (109) Al Asaraa

Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi ni’mat oleh Allaha, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Asara Yala, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allaha Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis. (58) Maka datanglah sesudah mereka, pengganti yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. (59) kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya sedikitpun. (60) yaitu surga ’Adn yang telah dijanjikan oleh Tuhan Yang Maha Pemurah kepada hamba-hamba-Nya, sekalipun tidak nampak. Sesungguhnya janji Allaha itu pasti akan ditepati. (61) Marayama

Sesungguhnya Al Qur’an ini menjelaskan kepada Bani Asara Yala sebahagian besar dari yang mereka berselisih tentangnya. (76) Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (77) Sesungguhnya Tuhanmu akan menyelesaikan perkara antara mereka dengan keputusan-Nya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (78) Al Namala

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al Kitab, maka janganlah kamu ragu-ragu menerima dan Kami jadikan Al Kitab itu petunjuk bagi Bani Asara Yala. (23) Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (24) Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang memberikan keputusan di antara mereka pada Hari Kiamat tentang apa yang selalu mereka perselisihkan padanya. (25) Dan apakah tidak menjadi petunjuk bagi mereka, berapa banyak umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan sedangkan mereka sendiri berjalan di tempat-tempat kediaman mereka itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda. Maka apakah mereka tidak mendengarkan? (26) Al Sajadata

Dan sesungguhnya telah Kami berikan petunjuk kepada Musa; dan Kami wariskan Taurat kepada Bani Asara Yala, (53) untuk menjadi petunjuk dan peringatan bagi orang-orang yang berfikir. (54) Maka bersabarlah kamu, karena sesungguhnya janji Allaha itu benar, dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi. (55) Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allaha tanpa alasan yang sampai kepada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allaha. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (56) Ghafara

’Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya ni’mat dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti untuk Bani Asara Yala. (59) Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun. (60) Dan sesungguhnya ’Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus. (61) Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan; sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (62) Dan tatkala ’Isa datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allaha dan ta’atilah aku". (63) Sesungguhnya Allaha Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus. (64) Maka berselisihlah golongan-golongan di antara mereka; lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim yakni siksaan hari yang pedih. (65) Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan hari kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya. (66) Al Zhoharafa

Dan ketika ’Isa Putera Maryam berkata: "Hai Bani Asara Yala, sesungguhnya aku adalah utusan Allaha kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad" Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata". (6) Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allaha sedang dia diajak kepada agama Asalama? Dan Allaha tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (7) Mereka ingin hendak memadamkan cahaya Allaha dengan mulut mereka, dan Allaha tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci. (8) Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci. (9) Al Shofa

Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani Asara Yala Al Kitab, kekuasaan dan kenabian dan Kami berikan kepada mereka rezki-rezki yang baik dan Kami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa. (16) Dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata tentang urusan; maka mereka tidak berselisih melainkan sesudah datang kepada mereka pengetahuan karena kedengkian di antara mereka. Sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan antara mereka pada hari kiamat terhadap apa yang mereka selalu berselisih padanya. (17) Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syari’at dari urusan itu, maka ikutilah syari’at itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (18) Al Jatsayata

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Qur’an itu datang dari sisi Allaha, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Asara Yala mengakui yang serupa dengan Al Qur’an lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allaha tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim". (10) Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: "Kalau sekiranya dia adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami kepadanya. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata: "Ini adalah dusta yang lama". (11) Dan sebelum Al Qur’an itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arabaya untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (12) Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allaha", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada berduka cita. (13) Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (14) Al Ahaqafa
Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, (192) dia dibawa turun oleh Al-Ruh Al Amin, (193) ke dalam hatimu agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, (194) dengan bahasa Arabaya yang jelas. (195) Dan sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar dalam Kitab-kitab orang yang dahulu. (196) Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Asara Yala mengetahuinya? (197) Dan kalau Al Qur’an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, (198) lalu ia membacakannya kepada mereka; niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. (199) Demikianlah Kami masukkan Al Qur’an ke dalam hati orang-orang yang durhaka. (200) Mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih, (201) maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya, (202) lalu mereka berkata: "Apakah kami dapat diberi tangguh?" (203) Al Shaa’ra
Huraian
Nabi Isa telah memberitakan ttg kedatangan seorang nabi bernama Ahmad. Nabi ini sudah pastilah dari bangsa nabi Isa sendiri iaitu Asara Yala. Nabi inilah yg telah di turunkan al quran dan diberikan kemuliaan oleh tuhan dengan gelaran Mahamada (Ma-beri, Hamada-Kepujian). Telah terbukti firman tuhan bahawa nabi ini kemudiannya di dustakan oleh kebanyakan manusia dengan mengambil watak Muhammad yg dibangsakan dgn bangsa Arab serta menghilangkan nama nabi tersebut. Al quran yg dibawa beliau telah di rosakkan dengan baris dan tanda serta sejarah di tulis semula dengan penipuan dan nama Asara Yala di tukarkan ke Israel. Namun, kitab2 terdahulu menceritakan ttg kebenaran dan al quran adalah pembeza bagi kita memahami sejarah yg sebenar. Kita akan telusuri kitab2 dan memahami sejarah Asara Yala dan dengannya tahulah asal-usul bangsa kita yang sebenarnya.

No comments:

Post a Comment