Basama Allaha Al Rohamana Al Rohayama
Bacalah dengan nama tuhan kamu yang menjadikan. Menjadikan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan tuhan kamu yang keramat. Yang mengajarkan dengan kalam. Mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. Al A'laqo

Qola Ana Solataya Wa Nasakaya Wa Mahayaya Wa Mamataya Lalaha Roba Al A'lamayana (162) Laa Sharoyaka Laha Wa Bazalaka Amarota Wa Anaa Awala Al Masalamayana (163) Al Anaa'ma

Monday, January 24, 2011

KANA - JADILAH

Sumber: Kitab Pohon Kewujudan - Abana Arabaya

Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Allaha membuat perumpamaan tentang perkataan yang baik sebagai sebuah pohon yang baik, yang akarnya kokoh dan dahan-dahannya menjulang tinggi? (Q.S. Ibrahim, 24)

Dengan Nama Allaha Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allaha, Yang Tunggal dan Hanya Tunggal dalam Hakikat-Nya serta unik dalam Sifat-sifat-Nya. Maha Suci Dia yang Rahmat-Nya meliputi semua, yang menyebar ke semua arah. Kemurnian-Nya bebas dan bersih dari segala sesuatu yang dapat dilihat dan dibayangkan.

Dia bergerak ke tempat-tempat yang tak terbatasi oleh enam penjuru. Dia melakukan apa yang Dia lakukan tanpa bertindak atau berbuat. Dia melihat segala sesuatu tanpa memandang.

Dia sangat jauh di atas makna dari segala sesuatu ini. Keunikan-Nya tidak memperkenankan apa pun menyerupai Dia, dan juga tak ada apapun yang bisa memiliki atau melekatkan dirinya pada Nya. Kekuasaan-Nya selalu mencapai tujuannya dan tak pernah sia-sia.

Kehendak-Nya yang mendominasi semua tidaklah memiliki kesamaan dengan hasrat-hasrat rendah sifat manusia, juga Kehendak-Nya senantiasa tidak akan berubah dengan kehendak makhluk-Nya; demikian juga tidak akan menjadi lawan terhadap permohonan makhluk-Nya. Sifat-sifat Ketuhanan-Nya, yang Dia manifestasikan pada makhluk-Nya, tidak bertambah atau berkurang ketika di bagi diantara mereka, karena segala Sifat-Nya tidak lain adalah tunggal. Dia adalah sebab segala sesuatu.

Dan ketika Dia berkehendak sesuatu terjadi, semua yang Dia perlu lakukan adalah berkata KANA (Jadilah !), FAYAKAWANA maka terjadilah semua yang ada. Semua yang maujud lahir dari makna rahasia terdalam yang tersembunyi dari kata KANA ini. Bahkan semua yang tersembunyi dari mata dan pikiran adalah tidak lain kecuali hasil dari suara misterius ini.

Sebagaimana Allaha Ta A'laya berfirman :Ketika Kami menghendaki sesuatu terjadi, Kami hanyalah berkata KANA, FAYAKAWANA maka jadilah ia. (Q.S Nahala, 40)

Perkataan-Nya dalam dirinya sendiri adalah Perbuatan.

Sekarang saya memperhatikan alam semesta yang mengelilingi kita dan berpikir bagaimana segala sesuatu terjadi (tercipta) dan berusaha untuk memecahkan misteri yang disandikannya, Dan perhatikanlah! saya melihat bahwa seluruh alam semesta ini tidak lain adalah sebuah Pohon. Pohon yang cahaya kehidupannya datang dari sebuah benih yang pecah ketika Allaha berkata KANA! Benih dari huruf Kaf di pupuk dengan huruf Nun dari Nahana(Kami), tercipta ketika Allaha berfirman :Kamilah yang telah menciptakanmu (Q.S Al-Waqoyaha,57)

Kemudian dari gabungan dua benih ini tumbuh dua tunas yang bersesuaian dengan janji Allaha :Sesungguhnya Kami telah menciptakan segala sesuatu sesuai dengan fithrahnya (Q.S Al-Qomara, 49)

Tetapi akar dari dari dua tunas ini hanyalah tunggal.

Akar itu adalah Kehendak Sang Pencipta, dan apa yang menumbuhkannya adalah Kekuasaan-Nya. Kemudian dari esensi huruf Kaf dari kata ketuhanan KANA, lahirlah dua makna yang berlawanan :

Kamalayaha (kesempurnaan), sebagaimana disebutkan Allaha dalam firman-Nya :Pada hari ini telah Ku sempurnakan agamamu dan telah Kulengkapkan Rahmat-Ku padamu serta Kupilihkan Asalama sebagai agamamu. (Q.S. Al-Ma’idah,3)

dan Kafarayaha, keingkaran, sebagaimana firman Allaha: Maka sebagian dari mereka beriman dan sebagian lagi kufur(Q.S. Al-Baqorata, 253)

Demikian juga dari hakikat kata NA beremanasi makna-makna berlawanan dari Nawara Al-Maa’rafayaha (cahaya pengetahuan) dan Nakayaraha (gelapnya kebodohan).

Karena itu ketika Allaha mengeluarkan mahluk-Nya dari Harta Tersembunyi ketidakberadaan menuju eksistensi, bersesuaian dengan keadaan dan bentuk yang telah ditetapkan sebelumnya (kudratnya), Dia memancarkan cahaya ketuhanan-Nya terhadapnya. Siapapun yang terkena cahaya itu dapat melihat Pohon Eksistensi yang tumbuh dari benih perintah ketuhanan KANA yang melingkupi seluruh alam semesta.

Dan mereka yang tercerahkan ini mengetahui rahasia KA dalam kata Kanatama(kamu), sebagaimana firman Allaha :Kamu sekalian adalah umat terbaik yang dilahirkan, yang menyuruh pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran dan kamu beriman kepada Allaha (Q.S. Al A'marana, 109)

Mereka juga menembus makna tersembunyi dari kata terakhir NA dari KANA sebagai Nawara (cahaya), sebagaimana firman Allaha :Apakah dia yang hatinya telah Allaha bukakan kepada Asalama sehingga dia mengikuti cahaya dari Tuhan-nya (tidak lebih baik dari dia yang keras hatinya)? (Q.S Al-Zamara,22)

Tetapi mereka yang menyembunyikan dirinya sendiri dari cahaya ketuhanan ketika Allaha memancarkannya pada mahluk-Nya juga berkewajiban mengetahui makna tersembunyi dari huruf kata KANA sebagaimana Allaha mengucapkannya. Barangsiapa yang dirinya tetap ada dalam kegelapan akan gagal mengetahui kebenaran dan membayangkan huruf Kaf singkatan dari KAFARA, yang maknanya kegelapan di mana mereka berdiri dalamnya,menyembunyikan segala sesuatu dari mata.

Mereka akan membayangkan bahwa huruf Nun singkatan dari Nakayaraha, yang berarti kebodohan. Mereka menjadi putus asa, dan dalam keputusannya tidak dapat mempercayai Pencipta-nya. Dengan demikian banyak dari segala sesuatu yang diciptakan tergantung pada bagian pemahamannya atas misteri dua huruf tersebut, yang menjadi penyebab setiap eksistensi. Buktinya ada dalam kata-kata Rasul Allaha, yang bersabda :Sesungguhnya Allaha menciptakan mahluk dalam alam kegelapan total, kemudian memancarkan cahaya ketuhanan-Nya terhadapnya. Barangsiapa yang terterangi oleh cahaya tersebut akan tercerahkan dan terbimbing dengan baik. Dan barangsiapa tersembunyi dari cahaya tersebut dan tak tersentuh dengannya akan sesat dan rugi.

Ketika bapak kita Adam, manusia pertama yang Allaha ciptakan, membuka matanya – ketika Allaha meniupkan ruh-Nya padanya dia memperhatikan wujud lainnya. Dan dia melihat bahwa itu adalah sebuah lingkaran. Segala sesuatu berevolusi sekitar lingkaran Kemenjadian dan Kemengadaan. Kenyataannya ada dua lingkaran, yang satu berupa api dan lainnya adalah tanah yang basah. Dan dia melihat bahwa evolusi alam semesta adalah manifestasi dari perintah tuhan KANA – sebab, kekuatan, urutan kemenjadian sebab akibat, tanpa gagal dan selamanya datang darinya. Sebagaimana tidak ada dan tak ada sesuatu pun yang keluar dari lingkaran berputar ini, begitupun tidak ada yang dapat dikecualikan, ia adalah apa yang mereka lihat dan mereka peroleh. Sebagian akan melihat KA sebagai Kesempurnaan dan berjuang untuk sempurna, dan sebagian akan melihatnya sebagai Kekufuran dan menjadi orang kafir.

Sebagian akan mendapat pencerahan dalam makna huruf NUN dan menjadi bijak, yang lainnya akan menemukan kenyamanan dalam ketidakpeduliannya dan mengira huruf NUN sebagai pilihan pada kebodohan atas kesadaran.Tak ada yang dapat menyelamatkan mereka dari akibat kepercayaannya pada apa yang mereka pandang sebagai kebenaran. Ini ditetapkan oleh Dia yang menciptakan mereka dan apa yang mereka lihat, serta apa yang mereka pahami dari apa yang mereka lihat. Setiap orang terikat untuk tetap dalam keliling lingkaran yang diatasnya mereka berputar. Tak ada yang biasa menjadi selain dari apa yang Dia kehendaki yang berkata Jadilah!, dan semuanya terjadi.

Segala sesuatu menghadap ke pusat lingkaran KANA dan tergantung padanya dalam segala perwujudannya. Kemudian engkau juga melihat pada Pohon Wujud itu, yang dahan-dahannya melingkupi seluruh alam semesta. Meskipun setiap dahan, setiap daun, setiap buah berbeda, mereka semua berasal dari benih tunggal, benih cinta yang dinamakan KANA.

Ketika bapak kita Adam dibawa Allaha ke sekolah untuk belajar, untuk menjadi manusia yang ditetapkan menjadi khalifah Allaha di alam semesta ini, pertama kali dia diajarkan semua nama segala sesuatu yang wujud. Kemudian dalam kekaguman dia berjumpa dengan kata KANA, perintah ketuhanan.

Jadi, sebab dari semua yang ada. Apa artinya? Dia mencari maksud Dia yang membawa semua ini menjadi ada dan melihat bahwa huruf pertama Kaf berhubungan dengan kata Kanazayaha (Harta Yang Tersembunyi), ketika Allaha berfirman : Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi dan Aku suka untuk dikenal, maka Aku ciptakan makhluk sehingga dengan demikian Aku dapat dikenal.

Dan dalam kata terakhir NA, dia melihat identitas Pencipta, ketika Dia berkata Ana Allaha (Aku adalah Allaha) Sesungguhnya Aku adalah Allaha, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku (Q.S. Thaa Haa, 14)

Kemudian setelah beberapa kejadian, diturunkan padanya bahwa KA pada Kanazayaha menunjukkan pemberian dari Allaha atasnya dan keturunannya dalam kata Karama (kemuliaan) Tuhannya, seperti yang dijanjikan dalam firman-Nya: Dan sesungguhnya Kami memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka jauh di atas kebanyakan makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna (Q.S Bani Asara Yala, 70)

Dan juga, KA berarti untuk Adam adalah Kanatayaha (menjadi, dari ‘Saya menjadi’) dalam janji Allaha, ketika Dia berfirman: Ketika hamba-Ku yang beriman datang mendekat pada-Ku dengan melakukan ibadah tambahan, dia mencintai-Ku dan Aku mencintainya; dan ketika Aku mencintainya, Aku menjadi penglihatannya yang dengannya dia melihat, Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, dan Aku menjadi tangannya yang dengannya dia memegang.

Dan dia memahami bahwa huruf Nun pada Ana Allaha dimaksudkan untuk memancarkan Nawara, cahaya ketuhanan, atasnya dan atas mereka yang seperti dia, sebagaimana Allaha berfirman : Apakah sama orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? (Q.S. Al-An’am, 122)

Dan NA dalam KANA menunjuk pada NA dalam kata Naa'mata, nikmat dari Allaha, dalam firman-Nya : Dia telah memberikan padamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allaha, niscaya kamu tidak dapat menghitungnya. (Q.S. Abarahayama 34)

Inilah beberapa yang bapak kita Adam pelajari tentang kata ketuhanan KANA dalam sekolah Allaha di surga – bukan semuanya. Kita hanya menyebutkan sedikit dari yang sedikit. Selebihnya akan dibahas kemudian.

Sekarang Setan yang terkutuk pergi ke sekolah yang sama di surga, dan selama empat puluh ribu tahun dia belajar, meneliti rahasia-rahasia dalam huruf-huruf dari kata KANA. Tetapi Guru ketuhanan berkehendak bahwa dia semestinya bergantung pada kekuatan dirinya dan merasa yakin dan bisa melakukan sesuatu dengan dirinya sendiri.

Maka ketika dia meneliti makna dari huruf Kaf dia menghubungkannya dengan kebergantungannya hanya pada dirinya sendiri dan atas keingkarannya pada setiap kekuatan lain selain dirinya sendiri, sebagaimana yang difirmankan oleh Tuhannya: Dia dengan bangga menolak untuk tunduk pada Allaha dan menyombongkan diri (Q.S. Al-Baqorata 34)

Dan dia melihat dalam huruf Nun sifat dasar dirinya yang berapi-api dalam kata Nara (api), dan dia berkata : Aku lebih baik daripada Adam: Engkau telah menciptakanku dari api, sedangkan Engkau menciptakannya dari tanah. (Q.S. Al-A’rafa, 12)

Dengan begitu Kafara yang setan identifikasikan dalam huruf Kaf memaksanya kepada Nara yang dengannya dia melihat dalam huruf Nun, dan ketetapannya serta ketetapan yang seperti dirinya telah ditentukan : Maka mereka dilemparkan kedalam api Neraka (Q.S. Al-Syawara, 94)

Ketika bapak kita Adam melihat pada Pohon Kewujudan, dalam keindahan berbagai macam bunga dan buah-buahan yang ada pada sebegitu banyak dahan-dahannya, dia meninggalkan semuanya kecuali berpegangan pada dahan.

No comments:

Post a Comment